Showing posts with label negri emas. Show all posts
Showing posts with label negri emas. Show all posts

Sunday, October 4, 2015

Pangeran Negri Bambu (Part 3)

Begitulah Pangeran Noah merancang strategi baru dan dengan izin istirahat seminggu dalam sebulan pangeran menghabiskan waktu di kediamannya di Negri Emas bersama Grace.
Bulan berganti, musim berganti akhirnya Grace melahirkan pangeran kecil yang mereka namakan Nathan, Nathan memilikki bentuk badan dan wajah yang mirip dengan Noah. Si kecil Nathan tinggal bersama ibunya Grace dan selama seminggu dalam sebulan dia bisa bertemu dan bermain dengan ayahnya Noah.
Noah ingin dan rindu sekali bertemu Nathan dan Grace, dia selalu menunggu hari di mana dia bisa bersama mereka. Sebenarnya mereka hidup seperti keluarga yang normal, mereka bisa pergi makan bersama, berlibur bersama dan lainnya. Dengan beranggapan bahwa Noah punya pekerjaan di luar kota sehingga dalam sebulan hanya bisa pulang seminggu. Begitulah yang disampaikan kepada Nathan dari kecil hingga dia dewasa nanti. Nathan pun tidak pernah tahu bahwa ayahnya adalah Pangeran kerajaan Negri Bambu. Hal itu pun tidak penting, yang penting adalah sosok seorang ayah baginya, begitulah yang dipikirkan Grace.
Pernah beberapa kali Pangeran Noah mencoba memberitahu Ratu Negri Bambu atau ibunda nya. Dengan perumpamaan, cerita dan lainnya tapi sepertinya ratu sangat marah dan itu mengurungkan niat Noah untuk memberitahu kejadian sebenarnya. Ratu juga sering menanyakan mengapa Noah tidak mencari pasangan hidup, usia nya pun sudah dewasa dan layak untuk menikah. Bahkan ratu pernah mengadakan acara pemilihan putri untuk pangeran, tapi pangeran sama sekali tidak tertarik. Ratu mulai cemas, takut kehidupan putra nya kelak, bila tidak menikah dan belum mempunyai keturunan. Sedangkan raja, takut kelak Negri Bambu hanya sampai di tangan Noah, bila kelak Noah tidak menikah siapa yang akan menduduki tahta bila Noah telah tua seperti dirinya? Posisi penganti raja Negri Bambu pun mulai diguncang, tidak mungkin diserahkan kepada Noah yang kelak tidak punya keturunan.
Saat saat semua dilanda kebingungan, Lusi adiknya Noah pun berseru kepada ibu dan ayahnya :" Jangan kuatir, kakak Noah telah menikah dan memilikki seorang putra yang kelak akan mewarisi kerajaan kalian."
Lusiana sudah lama tahu cerita kakaknya. Sebenarnya dia mendukung Noah menikahi Grace, setelah menikah dia melihat kakaknya sangat bahagia dan Lusi pun tahu cerita Noah dari pengawal kepercayaan Noah, tetapi Lusi tidak pernah bertanya langsung ke Noah.
Setelah pernyataan Lusi, Raja dan Ratu bertanya tanya siapa menantu mereka? dan bagaimana bisa Noah menikah tanpa acara kerajaan dan diam diam sudah punya keturunan. Ibunda Ratu sangat marah dan sedih, beliau jatuh pingsan memikirkan hal itu. Raja sendiri marah besar, setelah tahu bahwa menantu nya adalah orang biasa, tidak ada keturunan darah biru. Mereka akhirnya memanggil Noah untuk mengklarifikasi pernyataan Lusiana.
Noah yang saat itu sedang berada di kediaman Negri Emas bersama Grace dan Nathan diberitahu untuk segera kembali ke Negri Bambu. Dan diminta untuk menjelaskan pernikahan rahasia nya itu. Samuel pun terkejut dan bertanya terlebih dahulu kepada Noah. Apa sebab dan alasan memilih Grace sebagai istri? ada begitu banyak putri negri lain yang jatuh hati padanya, malah memilih seorang dayang dari kastilku?
Noah hanya bisa diam dan menjelaskan ke Samuel bahwa dia akan bertanggung jawab atas perbuatan dan pilihannya ini. Dia juga menjamin Raja dan Ratu akan baik baik saja. Samuel pun berkata :" Adikku, Noah ingat istri atau pasangan hidup kita bisa pilih bisa diambil atau dinikahi kapan saja, apalagi kita adalah keturunan darah biru. Tetapi ayah dan ibu serta kasta gelar bangsawan kita adalah takdir. Kita tidak bisa memilih atau menolak, lebih baik engkau lupakan saja Grace, dan ambillah anakmu Nathan ke istana. Berilah Grace emas dan perak yang banyak supaya dia pergi dan tutup mulut atas pernikahan kalian ini. Sebelum rakyatmu tahu dan kabar ini menyebar ke seluruh negri. Ingat kata kataku ini Noah!!!"
Noah pun menuruti kata kata Samuel, dia kembali ke kediamannya dan menunggu saat Grace tertidur, Noah meninggalkan secarik kertas dan sekuntum bunga mawar untuk Grace. Dibawanya Nathan bersama dirinya kembali ke negri Bambu. Grace dan keluarganya pun tidak ada yang tahu bahwa pihak kerajaan telah mengetahui kisah Grace dan Noah.
Dalam tulisannya Noah menulis : " Grace, maafkan aku saat engkau membaca surat ini saya sudah membawa Nathan ke istana Negri Bambu. Saya membawanya bertemu kakek dan neneknya di istana. Saya tahu kamu akan marah dan sedih karena kami pergi tanpa berpamittan denganmu. Saya terlihat seperti orang bodoh yang menunggumu tertidur lalu kabur. Saya berjanji padamu, saya akan membawamu ke istana dan menjadikan mu sebagai istriku yang sah. Bersabarlah saya akan menenangkan ayah dan ibu dahulu baru membawamu ke istana. Inilah janjiku padamu dan akan kupenuhi janjiku ini. Dengan Cinta, Noah."
Nathan pun ikut dengan ayahnya ke istana. Disana dia disambut dengan meriah, kakek dan neneknya begitu senang melihat cucu mereka. "Mukanya persis sama dengan Noah saat kecil" Ratu berkata. Mereka membuat perayaan untuk pangeran kecil. Dan di istana dipilihkan seorang dayang sebagai ibu susu Nathan. Dayang tersebut bertugas menjaga dan melayani Nathan kecil. Istana bergembira dan berbahagia. Namun di pihak laim Grace bersedih dan kesepian.
Setelah perayaan selesai, Noah pun menghadap ibunda Ratu dan Raja. Raja begitu marah, hingga mengambil sebuah tongkat memukul Nathan, sambil berkata :" Bagaimana kamu ini Noah! Ayah telah membesarkanmu dan mendidikmu namun kamu malah menikah di bawah tangan tanpa ayah dan ibu sebagai wali dan memberkatimu. Pernikahan ini tidak sah dan tidak akan saya setujui.!!" Raja berhenti saat beliau lelah dan menangis bagaimana hidup putranya kelak bila rakyatnya tahu bahwa calom ratu mereka seorang dayang dan rakyat biasa negri Emas.
Ratu lebih sedih lagi, melihat ayah dan anaknya seperti itu. Ibunda Ratu pun berkata pada Noah :" Ayah dan ibu tidak setuju pernikahan mu ini. Walau kamu telah menikah dan memilikki putra kami tetap tidak akan menerima Grace di istana ini, kecuali bila kami telah tiada kamu boleh sesukamu. Namun bila kami masih hidup, jangan lupa bahwa ayah dan ibu masih berkuasa dan semua harua berjalan sesuai kebijakan kami. Lebih baik kamu menikah lagi dan memilih putri Negri lain supaya Nathan punya ibu dan kamu pun bisa segera bertatha di Negri Bambu."
Noah hanya bisa diam dan membiarkan orang tua nya meluapkan emosi mereka. Setelah kedua orang tua nya tenang, Noah kembali menyusun strateginya lagi. Noah seorang dengan pembawaan yang keras dan disiplin serta perfeksionis, tidak ada hal yang tidak mungkin bagi nya, dia pun selalu terlihat tenang.
Tidak terasa sudah dua tahun sejak kejadian ini. Kini Nathan telah berusia 2 tahun, dia hidup bahagia bersama ayah, kakek dan neneknya. Nathan kecil dan Noah sebenarnya pernah beberapa kali diam diam menemui Grace. Strategi Noah benar benar tertutup rapat, tidak seorang pun tahu mereka sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Kini Grace pun tengah mengandung anak kedua mereka, yang sebentar lagi akan dilahirkan ke dunia.
Hidup seolah berjalan mulus dan tak ada rintangan. Raja dan Ratu merasa nasehat mereka didengarkan dan merasa bahwa Noah benar benar telah melupakan Grace, hanya saja Noah belum menemukan kekasih lainnya. Grace pun merasa bahagia bisa tetap bertemu dan berkumpul bersama Noah dan Nathan apalagi sebentar lagi akan hadir buah hati kedua mereka.
To be continued........

Tuesday, September 29, 2015

Pangeran Negri Bambu (Part 2)

Pangeran Noah pun menyampaikan maksudnya untuk menikahi Grace, tetapi dia memberi syarat agar pernikahan mereka dirahasiakan. Tidak boleh ada pihak istana yang mengetahui, raja dan ratu pun tidak boleh tahu. Pangeran juga mengajukan agar Grace dan keluarganya pindah ke lokasi yang agak jauh dari kastil Negri Emas, Noah akan membangunkan sebuah rumah yang megah, dan beberapa rumah kecil untuk keluarga dekat Grace. Akhirnya, Noah dan Grace pun berangkat ke rumah orang tua Grace, orang tua dan kakak kakak Grace pun menyetujui dan mendukung pernikahan mereka.

Noah benar bebar mencintai Grace sepenuh hati, ingin dialah pasangan hidup dan ibu dari anak anaknya kelak. Walaupun pesan ayahanda dan ibunda nya tidak diturutinya dia berharap Raja dan Ratu akan menerima Grace apalagi bila sudah mempunyai anak anak dari Noah. Strategi pun disusun Noah dengan matang, dia sudah tahu bahwa ayah dan ibu nya tidak mungkin tega tidak menerima Grace apabila Grace telah mengandung cucu mereka. Noah berjanji pada Grace bahwa suatu saat nanti Grace akan dibawa ke istana dan diperkenalkan ke rakyat Negri Bambu sebagai istrinya yang sah.

Noah pun merancang bangunan yang indah yang kelak menjadi rumahnya, rumah kecil yang berisi dia dan keluarga kecilnya. Luas bangunan itu hanyalah seperempat dari istana, tempat yang biasa dia tempati. Walalupun begitu, Noah berharap bahwa Grace akan nyaman tinggal di sana.

Waktu pernikahan semakin dekat, Grace pun mulai siapkan gaun pengantinnya dan serba serbi untuk acara pernikahannya. Banyak temannya yang bertanya :" Siapa sih calon suamimu? akan menikah dimana? kapan? " Grace hanya tersenyum : " Iya suamiku orang lautan sebrang, jadi kita menikah juga tidak ngundang, hanya keluarga dekat." Grace telah melaporkan kepada Pangeran Samuel bahwa dia akan menikah, dan mengundurkan diri bekerja di istana, dengan alasan dia akan menikah di tempat yang jauh dan tidak mungkin lagi bekerja. Pangeran dan keluarga menghargai keputusan Grace dan mereka juga berpesan bila pulang ke Negri Emas boleh datang berkunjung ke kastil.

Setelah 3 bulan Grace berhenti bekerja, Noah beralasan dia akan berjalan jalan dengan sahabatnya ke negri lain untuk berlibur dan meminta izin Samuel untuk dapat beristirahat dan meninggalkan kastil selama 2 minggu. Noah pun berangkat hanya dengan pasukan pengawal kepercayaannya yang hanya berjumlah 10 orang dari biasanya sekitar 100 orang pengawal.

Hari pernikahan pun tiba, Noah dan Grace memakai pakaian pengantin biasa, melakukan adat pernikahan rakyat biasa seperti biasanya pernikahan rakyat negri Emas. Cincin kawin pun disematkan kepada Grace dan Noah, para petuah negri Emas pun memberkati pernikahan mereka, dan mengsahkan pernikahan mereka menurut adat negri Emas. Hanya keluarga dekat Grace yang hadir di pernikahan dan tak satupun keluarga Noah yang hadir.

Setelah 2 minggu hari pernikahan mereka, Noah pun kembali ke kastil negri Emas dan tidak ada seorang pun yang tahu bahwa pangeran Noah telah menikah. Kehidupan pangeran Noah pun berjalan seperti biasanya, terkadang di negri Emas dan terkadang kembali ke Negri bambu. Namun ada satu alasan lagi yang dibuat pangeran Noah, bahwa sekarang dia telah memilikki sebuah hobby dan kegiatan baru yaitu berburu dan berkemah sehingga dalam sebulan dia meminta izin seminggu untuk melakukan hobby atau kegiatannya itu. Berburu tent7 harus menempuh perjalanan jauh, harus memasuki hutan dan perlu beberapa hari untuk berkemah di hutan.

Hal yang masuk akal dan tentu saja boleh dilakukan, beliau adalah pangeran negri Bambu yang sebentar lagi akan bertatha sebagai raja Negri Bambu, siap yang berani melarang?


To be continued......